Tampilkan postingan dengan label MYOPIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MYOPIA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2011

MATA MINUS ( MYOPIA DAN KIAT-KIAT PENCEGAHAN PEMBURUKKANNYA)


MATA MINUS ( MYOPIA DAN KIAT-KIAT PENCEGAHAN PEMBURUKKANNYA)
OLEH
Dr Rini Mahendrastari Singgih Ped.Opthal/DSM
Seminar Awam Pd Sabtu 10 April 2004
Auditorium R.S.I.B.
Mata minus / myopia / short sighred eye :
adalah keadaan pada mata dimana cahaya/benda yang jauh letaknya jatuh/difokuskan didepan retina/selpaut jala/bintik kuning.
Untuk supaya objek/benda jauh tsb bias terlihat jelas/jatuh tepat di bintik kuning(retina) diperlukan kaca minus/concave lens.
Mata silinder/Astigmatic-eye :
Adalah keadaan mata dimana kelengkungan cornea/lensa tidak sama di meridian horizontal atau/dan di meridian vertical.
Sangat mudah bila diperumpamakan seperti bentuk bola rugby/lonjong yaitu mata silinder,sedang mata minus seperti bentuk bola kaki/soccer/bulat.
Mata silinder sulit memfokuskan objek sehingga seperti melihat ada bayangan pada objek tsb,atau melihat objek mirip tapi tak sama:
Seperti huruf : O , C , D , G.
Seperti angka : 3 , 8 , 6 , 0.
Penyebab mata silinder :
  1. Keturunan / genetic : Terutama pada silinder-silinder besar (diatas 1,5 diopter)
  2. Extra Pencahayaan : (TV,Computer) dan arah cahaya masuk kejaringan mata
  3. Penyakit mata tertentu misal:
  • Keratoconus / cornea bentuk kerucut
  • Ptosis / kelopak mata yang menggantung / sulit membuka kelopak mata atas
  • Bisul di kelopak mata
  • Pasca operasi
  • Pasca trauma / kecelakaan
Sebab dari mata minus ( secara anatomi ) :
A. – Bola mata terlau panjang ukurannya
( axis depan kebelakang mata ) lebih dari 19 – 20 mm
B. – Atau disebabkan kekurang mampuan mata tsb untuk beraccomodasi pada saat
Harus memperjelas lihat benda / objek pada jarak jauh / tertentu.
Penyebab mata minus lainnya :
I . Faktor keturunan dengan cara penurunan genetic yang “penetrasi tidak beraturan”
Artinya :
  1. mata minus bias didapatkan pada keturunan tingkat 1 (langsung
bapak / ibu pada anak ), atau pada keturunan tingkat 2 – 3 dst pun.
  1. Bisa pada anak lai ataupun anak perempuan.
Berbeda pada buta warna,ini diturunkan secara sex-linkage artinya hanya kelamin / anak laki yang menunjukkan klinis gejala buta warna tsb (garis campur merah – hijau)
Sedang ibu / kelamin wanita sebagai carrier / pembawa gen tsb.
II . Factor kebiasaan / keliling (surrounding factors )
  • Terlalu suka baca / aktifitas jarak dekat yang terlalu banyak (menggambar),pekerjaan rumah / curriculum pelajaran sekolah (ilmuwan lebih sering bermata minus)
  • Pencahayaan yang extra kuat dan lama (computer , TV , game ).cahaya putih pagi hari (day-light sources)jauh lebih baik / kurang melelahkan dari pada cahaya kuning,merah,biru,hijau.
  • Negara matahari (dari statistik) memperlihatkan jumlah penduduk bermata minus.
  • Kurangnya factor /aktifitas jarak jauh terutama sport / aktifitas fisik diluar rumah.
Diluar rumah diasumsikan bahwa :
    1. Mata tidak harus berakomodasi terus-terusan terlalu kuat,(jarak jauh).
    2. Warna keliling / alam seperti hijau ( tanam-tanaman ),biru ( langit yang cerah ),pengaturan mata untuk pengihatan tatanan warna ( merah,kuning,biru,hijau ) dan tatanan penglihatan 3 – dimensi (stereoscopi).
    3. Faktor fisik / bergerak dimana sirkulasi darah / kerja jantung dan paru-paru,serta otot-otot seluruh tubuh terperbaiki.Ini penting untuk pemberian oksigen (O2) dan elemen yang cukup untuk jaringan mata sesuai dengan gizi/makanan individu tsb.(Pada anak yang gizi rendah)/keadaan umum kurang baik : missal allergi ; sulit / tidak suka sayur / buah. Didapatkan kelompok mata minus karena kekurangan mineral (zink ; selenium ; pre-cursor vit A dan D).
    4. Usaha oleh tubuh untuk bisa mengeluarkan hasil-hasil racun tubuh (free radical)melalui keringat dan produksi cairan mata untuk melumasi cornea dan bagian teratas jaringan mata.Itu sebabnya olah raga renang sangat disarankan pada semua golongan usia (karena posisi tubuh datar pada saat berenang ; index-bias air berbeda dengan udara sehingga melatih akomodasi otot-otot iris ; air melembabkan mata).
    5. Keadaan emosi / psykologi anak yaitu missal stress dikelas kurang tidur.Terjadi hal yang kita sebutkan Spasing Of The Accomodation.Bila anak pada keadaan stress,tiba-tiba dua menjadi mata minus tinggi (kurang lebih –2 s/d –4 diopter),pada hari yang sama bila dia sudah relax/santai mata minusnya menurun s/d –0.5 diopter atau menghilang sama sekali.Sering terjadi pada anank-anak usia 7-8 tahun atau usia 17-18 tahun.
Perkembangan mata anak seperti kurva melengkung sesuai dengan :
  • Usia (golden periode / masa tercepat / terpeka anak belajar melihat baik 0 – 1.5 tahun)
  • Faktor genetic
  • Faktor kelilinh (pencahayaan : intensitas dan durasi missal : sulit pada anak dengan katarak bawaan / congenital)
  • Faktor stimulasi objek
  • 80 % - 90 % bayi lahir mempunyai bola mata kecil atau ukuran rata-rata +2 s/d +3 dioptri
  • 10 % - 20 % camparan minus (bila ada genetic factor)dan silinder.
Perkembangan tajam penglihatan dan koordinasi ke dua mata :
  • Bayi : 1 minggu : Masih mencari-cari fiksasi bayangan dgn Melatih kerja otot-otot mata/otot-
otot iris.
2 – 3 minggu : Masing-masing mata sudah mempunyai fiksasi/dan gambaran jelas.
6 minggu : Mencoba mengkoordinasikan kerja sama antar dua
mata.(juling/squint/crossed
jereng mulai terlihat jelas pada usia ini)
  • Bayi : 2,5 s/d 3 bulan : Sudah mempunyai binokularitas (koordinasi Lihat dengan dua mata
bersamaan) dan mempunyai koordinasi penglihatan jarak (hubunngan fiksasi
mata-hidung)
  • Mulai bulan ke 4 bayi : sudah kaut dan jelas memiliki fiksasi binokuariats pada level yang lebih
tinggi s/d 3-dimensi (stereoscopis)
  • Pada usia 1 tahun :Tajam penglihatan sudah mencapai 60 %
  • Usia 1,5 tahun : 75 – 80 % tajam penglihatan dewasa lalu tinggal periode penyempurnaan
proses belajar melihat pada kedua mata.
Disini terlihat betapa pentingnya deteksi dini ( sebelum usia 1 tahun ) , adanya kelainnya pada mata anak-anak kita.
Jadi ketajaman penglihatan mata dan binokularitas mata diatur oleh :
Sensoris – Motor – Refleks dan perpaduan anatar refleks tsb.
Sensoris reflek diatur oleh saraf-saraf system pusat di otak / dibagian telinga dan dibagian oksipital (otak belakang kepala).
Antara lain gangguan disini : anak dengan kejang-kejang , C.P. (Cerebral palsy )dll.
Motor reflek : diatur oleh kematangan / kemampuan otot-otot mata yang bias menggerakkan bola mata ke semua arah dengan sinkron antar ke dua mata.
Gangguan antara lain : kelumpuhan otot-otot mata ; otot-otot kelopak mata kematangan refleks fiksasi ini berkembang SP matang pada usia kurang lebih 9 tahun.
Disini pentingnya : pelatihan-pelatihan mata yang diberikan pada :
  • Mata malas / lazy eyes / amblyopia
  • Mata tumpul lihat / dull – eyes
Tidak boleh terlambat memulainya untuk bisa menghasilkan : hasil akhir yang optimal.
Pemeriksaan mata harus bisa dilakukan dini dan seluas mungkin.misalnya
  • Bila ada factor keturunan (kelainan / pengguna kaca mata minus dikeluarga : ayah / ibu / kakek / nenek) (usia 3 – 6 bulan sudah harus periksa )
  • Adanya factor penyakit :
  1. glaucoma gangguan pada tekanan mata disertai adanya kelainan pada sarf mata ( nervus opticus )
  2. katarak bawaan
  3. kelainan-kelainan karena gangguan selama kehamilan (torsch dan infeksi lain-lain,pengaruh obat-obatan pada TBC,malaria dll)
  4. bayi premature / post matur
  5. bayi kuning
  6. pernah jatuh / trauma (kecelakaan) dll.
Pemeriksaan yang akurat / sedetil mungkin :
  1. kelainan anatomi / bangunan mata missal kelopak mata,mata kecil sebelah (microptalmi) ;
  2. mata yang besar sebelah / megalo cornea disertai glaucoma bawaan
  3. pemeriksaan kekuatan mata minus / power akomodasi berapa diopter dgn cara
  • computer
  • retinoscopi ( pengukuran kekuatan retina setelah pemberian tetes mata untuk melebarkan pupil )
  • foto screener
  1. pemeriksaan tajam penglihatan / visual acuity masing –masing mata :
  • tanpa kaca mata
  • dengan kaca mata
  1. sinkron tidaknya kerja-kerja otot mata ( motility ) , adanya kejulingan atau psendo strabismus (juling – palsu )
  2. tajam penglihatan warna di Indonesia ( kurang lebih 2,5 tahun)
  • bawaan / turunan yaitu gangguan warna – aksis merah hijau
  • gangguan yang di dapat (acquired color – vision deficiency) O.K minus tinggi ; salah minum obat gizi rendah.
  1. pemeriksaan keadaan retina / selaput jala,pembuluh-dara didalam mata,saraf mata (fundus copy)
  2. pemeriksaan tekanan mata sangat penting pada mata minus sebab secara anatomi bangunan mata minus,mempunyai tendesi lebih muda mempunyai tekanan mata tinggi caranya : dengan meraba / palpasi pada ke dua bola mata,pada keadaan mata tertutup.Dengan alat –alat :
    • non – contact – tonometer (pull’s air tonometer)
    • tonopen
    • schiots
    • applanasi (+ penggunaan pewarnaan fluorescein)
  3. Pemeriksaan derajat binokularitas / kerja sama dua mata untuk
  • Jarak dekat (synoptofore / major amblyoscope )
  • Jarak jauh dengan pengukuran prisma diopter lalu pendataan pemeriksaan mata ( harus dimiliki oleh sipenderita / orang tua yang yang bersangkutan )
Pemeriksaan penunjang pada kelainan-kelainan mata minus tinggi :
  • Foto fundus / retina
  • Pemeriksaan lapang pandang / campimetri / perimetri
  • Pemeriksaan kwalitas retina ( E.R.G = electro retino gram)
  • Pemeriksaan kelainan otak / brain berkaitan dengan kelainan mata ( E.E.G = electro – ence falogram
  • EVP (evoked potential examination)
  • USG ( ultra – sono – grafi ) bola mata dan keliling organ mata missal pada tumor,panjang bola mata , kekentalan benda kaca (vitreous)
  • Retinometri ( maksimal kemungkinan tajam penglihatan mata yang tersisa)
  • CT scan dengan kontras / MRI.
Pengobatan mata minus / myopia :
Terpenting adalah pencegahan-pencegahan yaitu :
  • Jarak baca 40 – 45 cm
  • Aktifitas pemakaian mata jarak dekat dan jauh bergantian.misal : setelah baca / gambar / computer 45 menit, stop dulu untuk 15 – 20 menit beristirahat sambil melakukan aktifitas / kerja lain.Olahraga mata,gerak-gerak leher,gerak-gerak bahu.
  • Pencahayaan yang akurat ( lihat seminar saya tentang CVS ( Computer Vision Syndrome ) pada December 2003).
  • Gizi yang berimbang bila diperlukan sesuai aktifitas.
  • Olah fisik di alam terbuka ( olah raga tubuh datar ( lay – down position ) dan tubuh vertical.Olah raga tertentu tidak disarankan pada mata-mata minus,berdasarkan kualitas selaput jala dan tekanan mata.
  • Messages sekitar mata dan otot –otot punggung dan leher
  • Latihan konvergensi ( mendekatkan objek kecil ; perlahan-lahan kearah hidung dan bertahan hitungan 60 )
  • Latihan segitiga / tri – angle.
  • Melihat / merasakan adanya posisi kepala miring / torticollis terutama pada aktifitas lihat TV / Computer tepat waktu pemberian kaca mata.
  • Melihat / mengatur program / schedule anak ( sekolah ; extra kurikuler ) harus dipaksakan aktifitas relaxing missal : kegiatan club – sport musik / piano,gitar,biola sanggar dll.

Rabu, 23 Maret 2011

BAGIAN-BAGIAN MATA



1. Alis
Alis yaitu rambut-rambut halus yang terdapat diatas mata. Alis berfungsi mencegah masuknya air atau keringat dari dahi ke mata.
2. Bulu Mata
Bulu mata yaitu rambut-rambut halus yang terdapat di tepi kelopak mata. Bulu mata berfungsi untuk melindungi mata dari benda asing.
3.Humor berair (Cairan berair)  Humor berair atau cairan berair berfungsi menghasilkan cairan pada mata
4. Humor/badan beningHumor   Badan Bening ini terletak dibelakang lensa. Bentuknya berupa Zat transparan seperti jeli(agar-agar). Fungsi humor(badan bening) adalah untuk meneruskan cahaya dari lensa mata ke retina(selaput jala).

5. Kelenjar Air Mata
Kelenjar air mata terletak dibagian dalam kelopak mata. Kelenjar air mata berfungsi untuk menghasilkan cairan yang disebut air mata. Air Mata berguna untuk mencaga bola mata agar tetap basah. Selain itu air mata berguna untuk membersihkan mata dari benda asing yang masuk kemata sehingga mata tetap bersih. Contoh benda asing adalah debu, asap, uap, bawang merah, dan zat-zat yang berbahaya bagi mata. Oleh karena itu, jika mata terkena benda-benda asing tersebut, maka akan basah oleh air mata.
6. Kelenjar Lakrima (Air mata)
Kelenjar air mata (lakrima) berfungsi Menghasilkan air mata untuk membasahi mata yang beguna menjaga kelembapan mata, membersihakan mata dari debu dan membunuh bibit penyakit yang masuk kedalam mata.

7.Kelopak Mata
Kelopak mata terdiri atas kelopak atas dan kelopak bawah. Bagian ini untuk membuka dan meutup mata. Kelopak mata berfungsi untuk melindungi bola mata bagian depan dari benda-benda asing dari luar. Benda-benda tersebut misalnya debu, asap, dan goresan. Kelopak mata juga berfungsi untuk menyapu permukaan bola mata dengan cairan. Selain itu juga untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk kemata.
8. KonjungtivaKonjungtiva   Adalah membran tipis pelindung (lapisan jaringan) pada mata. Konjungtiva berfungsi sebagai membran pelindung pada mata.
9. Lapisan Koroid (lapisan tengah)  Lapisan koroid atau lapisan tengah terletak diantara sklera dan retina, berwarna cokelat kehitaman sampai hitam. Lapisan tengah(lapisan koroid) berfungsi memberi nutrisi pada retina luar. sedang warna gelap koroid berfungsi untuk mencegah pemantulan sinar. Lapisan yang amat gelap juga berfungsi mencegah berkas cahaya dipantulkan di sekeliling mata.
10. LensaLensa   terletak ditengah bola mata, dibelakang anak mata(pupil) dan selaput pelangi(iris). Fungsi utama lensa adalah memfokuskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata agar jatuh tepat pada retina(selaput jala). Dengan demikian mata dapat melihat dengan jelas. Lensa mata mempunyai kemampuan untuk menfokuskan jetuhnya cahaya. Kemampuan lensa mata untuk mengubah kecembungannya disebut daya akomodasi. Bila kit mengamati benda yang letaknya dekat, maka mata berakomodasi dengan kuat. Akibatnya, lensa mata menjadi lebih cembung, dan bayangan dapat jatuh tepat diretina. Dan apabila kita mengamati benda yang letaknya jauh, maka mata tidak berakomodasi. Akibatnya, lensa mata berbentuk pipih. Sebagai contoh pada orang tuan yang berusia 50 tahun, daya akomodasi lensa mata mulai menurun. Akibatnya, orang tua menjadi sulit untuk melihat dengan jelas.Lensa mempunyai karakteristik Lunak dan transparan, mengatur fokus citra. Lensa mata berupa lensa cembung yang kenyal. Fungsi lensa yang lain juga untuk membentuk bayangan pada retina yang bersifat nyata, terbalik dan diperkecil.
11. Otot-otot bersilia   Otot-otot bersilia berfungsi Mengatur bentuk lensa.
12. Pupil (anak mata)  Pupil berupa celah yang berbentuk lingkaran terdapat ditengah-tengah iris . Pupil berfungsi sebagai tempat untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yangmasuk kedalam mata. Pupil juga Lubang di dalam Iris yang dilalui berkas cahaya. Pupil merupakan tempat lewatnya cahaya menuju retina.
13. Saraf Optik (saraf mata)  Saraf Mata berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang telah diterima. Rangsang cahaya tersebut diteruskan kesusunan saraf pusat yang berada di otak. dengan demikian kita dapat melihat suatu benda. Saraf Optik atau saraf mata juga berfungsi Mengirim informasi visual ke otak atau meneruskan informasi tentang kuat cahaya dan warna ke otak.
14. Selaput Bening (Kornea)
Selaput Bening(Kornea) sangat penting bagi ketajaman penglihatan kita. Fungsi utama selaput bening (kornea) adalah meneruskan cahaya yang masuk kemata. Cahaya tesebut diteruskan kebagian mata yang lebih dalam dan berakhir pada selaput jala atau retina. Karena fungsinya itu, maka selaput bening (kornea) mempunyai beberapa sifat, yaitu tidak berwarna(bening) dan tidak mempunyai pembuluh darah. Kornea merupakan bagian mata yang dapat disumbangkan untuk penyembuhan orang dari kebutaan. Selaput being(kornea) brupa Piringan Transparan di depan bola mata dan tidak berpembuluh darah. Selaput Bening(kornea) juga berfungsi sebagai pelindung mata bagian dalam.
15. Sklera/selaput putih  Sklera atau selaput putih terletak di lapisan luat. SkleraLapisan luar yang keras / keras. Lapisan ini berwarna putih, kecuali dibagian depan yaitu tidak berwarna atau bening. Lapisan Sklera berwarna putih terdiri atas serabut kolagen yang tidak teratur dan tidak berpembuluh darah, kecuali bagian episklera. Lapisan sklera berfungsi melindungi bola mata. Sklera bagian mata depan tampak bergelembung dan transparan disebut kornea.
16. Suspensor LigamenSuspensor Ligamen berfungsi menjaga lensa agar selalu pada tempatnya.
17. Uraf Saraf MataUraf Saraf  Mata berfungsi menghubungkan mata dengan otak

Jumat, 11 Maret 2011

Penyakit-penyakit mata yang disebabkan tidak mematuhi prosedur perawatan dan penggunaan contact lens

dibalik keindahan dan pesona contact lens yang begitu anggun, kita jangan mudah tergiur dan lupa tentang kewajiban menjaga mata yaitu kewajiban kita untuk merawat dan menjaga kebersihan contact lens yang kita pakai.
disini saya akan menguraikan beberapa penyakit dan bahaya contact lens yang telah saya pelajari dalam ASIAN PACIFIC CONTACT LENS EDUCATION PROGRAM, bukan saya mau menakuti tapi saya mau mengingatkan teman2 semua. bahwa menggunakan contact lens adalah bagus juga asal jangan lupa untuk mentaati dan menjalankan prosedur perawatan contact lens agar contact lens yang teman-teman pakai aman dan tidak menimbulkan penyakit di mata teman-teman.infeksi

penyakit-penyakit contact yang disebabkan menyalahi prosedur perawatan dan penggunaan contact lens

1.kornea/ulkus
2.mata merah akut
3.kesensitifan terhadap bahan larutan
4.neovaskularisasi kornea
5.konjungtivitas papil raksasa
6.deposit contact lens protein dan lipid
7.infiltrat kornea
8.edema kornea
9.noda di kornea(staining)
10.staining dari reaksi toksik
11.superior epithelial arcuate lesions(seal)luka epitel yang melengkung, dibagian atas
12.staining mata kering
13.erosi kornea

penyakit-penyakit contact lens

1.Infeksi kornea/ulkus

kondisi yang sangat berbahaya dan mengancam penglihatan yang berhubungan dengan pemakaian contact lens. hipoksia mempengaruhi fungsi kornea, mengurangi kemampuannya melawan organik penyerang (seperti acanthamoeba, pseudomonas).
faktor2 penting yang mempengaruhi termasuk kurangnya kebersihan pasien, disinfeksi lensa yang tidak cukup dan tempat lensa yang terkontaminasi.

GEJALA-GEJALA
-berbeda, dari sensasi benda asing yang ringan ke sakit yang sangat
-mata berair atau belekan yang berlebihan
-sensitif terhadap cahaya
-visus berkurang kalau infeksi di tengah kornea

TANDA-TANDA
-biasanya satu mata
-kemerahan konjungtiva sedang kesangat, biasanya merata tetapi juga bisa setempat
-area keruh dikornea

TINDAKAN
-segera lepaskan lensa
-hubungi dokter mata

PROGNOSA
-tergantung dari parahnya infeksi dan pengobatan yang diterima
-kalau tidak segera diobati, dapat mengancam penglihatan(kurang dari 24 jam)
-disarankan untuk jangan memakai contact lens selama 3-4 bulan

PENCEGAHAN
-pasien seharusnya jangan tidur dengan memakai contact lens secara reguler. memakai contact lens waktu tidur adalah faktor utama untuk resiko mendapat ulkus bagi pemakai contact lens
-kebersihan yang baik dan pelaksanaan prosedur pembersihan dan disinfeksi mengurangi resiko dari terjadinya ulkus kornea
-adalah sangat penting bahwa pasien mendapat instruksi yang seksama tentang tanda-tanda peringatan awal dari infeksi kornea.

Selasa, 15 Februari 2011

MATA MIOPIA



MATA MINUS ( MYOPIA DAN KIAT-KIAT PENCEGAHAN PEMBURUKKANNYA)
OLEH
Dr Rini Mahendrastari Singgih Ped.Opthal/DSM
Seminar Awam Pd Sabtu 10 April 2004
Auditorium R.S.I.B.
Mata minus / myopia / short sighred eye :
adalah keadaan pada mata dimana cahaya/benda yang jauh letaknya jatuh/difokuskan didepan retina/selpaut jala/bintik kuning.
Untuk supaya objek/benda jauh tsb bias terlihat jelas/jatuh tepat di bintik kuning(retina) diperlukan kaca minus/concave lens.
Mata silinder/Astigmatic-eye :
Adalah keadaan mata dimana kelengkungan cornea/lensa tidak sama di meridian horizontal atau/dan di meridian vertical.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes